Makanan sehat adalah makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang yang memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Berdasarkan Recommended Dietary Allowances edisi ke-9 Penyempurnaan tahun 1980 dijelaskan bahwa pada dasarnya ada 40 bahan gizi dasar yang diperlukan tubuh. Keempat puluh gizi dasar itu adalah 1 karbohidrat 9 protein 1 lemak 13 vitamin 12 mineral 3 elektrolit dan 1 air, jadi makanan sehat yakni makanan yang mengandung ke-40 bahan gizi dasar terbut. Selain itu dalam versi sederhana dijelaskan bahwa makanan sehat mempunyai aturan yakni 4 sehat 5 sempurna. Yang dimaksud 4 sehat 5 sempurna adalah jika makanan terdiri dari empat atau lima komponen makanan yakni:
1. Makanan pokok, sebagai sumber karbohidrat biasanya diperoleh dari nasi, jagung, oat, tepung terigu dan lain-lain.
2. Lauk pauk, sebagai sumber protein dapat diperoleh tempe, telur, daging, ikan dan lain-lain.
3. Sayur-mayur sebagai sumber vitamin dan mineral dapat diperoleh dari segala macam sayuran seperti kangkung, bayam, kol, sawi, tomat, dan lain-lain.
4. Buah sama seperti sayur, buah juga berfungsi sebagai sumber vitamin dan mineral.
5. Susu dan produk olahannya sebagai sumber protein, mineral dan lemak essensial, untuk yang kelima bersifat tambahan saja, jadi tidak dipenuhi pun juga tidak masalah.
Kita mungkin beranggapan bahwa jika sudah mengkonsumsi semua itu kita dapat mendapat nutrisi yang tubuh kita perlukan, namun hal itu bisa jadi salah karena nutrisi-nutrisi yang terkadung dalam makanan sehat itu mungkin saja hilang, hloh, kanapa kok hilang?? hal itu bisa saja terjadi karena hal-hal berikut:
1. Pengendapan zat-zat berbahaya dalam bahan makanan. untuk bahan makanan dari tumbuhan hal itu terjadi disebabkan karena pemberian pupuk yang terlalu over, sehingga tanaman hanya menyerap zat-zat yang ada dalam pupuk namun tidak sampai mengolahnya. Sedangkan untuk bahan makanan yang berasal dari hewan, hal itu mungkin terjadi karena perbuatan manusia nakal yang dengan sengaja memasukkan zat-zat berbahaya tersebut dengan tujuan untuk meraih keuntungan pribadi.
2. Pengolahan makanan yang tidak tepat, kenapa?? karena hal ini dikarenakan pengolahan yang tidak tepat dapat mengakibatkan rusaknya zat-zat nutrisi yang seharusnya ada. misalnya: perebusan susu yang terlalu lama dapat merusak nutrisi dan mematikan bakteri baik yang ada dalam susu.
3. Penambahan zat-zat kimia dalam makanan misal zat pengawet, pewarna, dan perasa. Bahan kimia yang digunakan sebagai tambahan makanan yang dikategorikan berbahaya di antaranya adalah sebagai berikut :
a. Pengawet Berbahaya, biasanya terdapat dalam bentuk : Formalin, Benzoat (bila terlalu banyak), dll
b. Pewarna Berbahaya, biasanya terdapat dalam bentuk : pewarna merah Rhodamin-B, pewarna kuning Methanyl Yellow, dll.
c. Pemanis Buatan (yang berlebihan), biasanya terdapat dalam bentuk : Natrium (sodium) – Saccharine (sakarin), Na-Cycla-mate (siklamat), aspartame, sorbitol, dll.
d. Pengenyal (Bakso) Berbahaya, biasanya dalam bentuk : Boraks, dll.
Dan dari penambahan zat-zat kimia tersebut selain mengurangi nilai gizi tapi juga dapat memicu munculnya kanker.
4. Konsumsi salah satu zat yang berlebihan.
Oleh karena itu, supaya nutrisi yang kita butuhkan tetap terpenuhi dan tubuh tetap sehat, selain menerapkan pola makan dan gaya hidup yang sehat kita perlu memerhatikan bahan makanan yang akan dikonsumsi serta bagaiman cara pengolahan yang baik dan benar.
Categories:







0 komentar:
Posting Komentar